Do not forget your good friend me “Takura”


Do not forget your good friend me “Takura”
Teman saat kita bersama dan saat kita terpisah ada cerita, dan ada tangisan duka dimana kita bisa tahu apa arti persahabatan. Dulu kita belum saling mengenal dan semua yang kita lihat hanya sesaat. Pada hari yang terus menerus berjalan, ada kemauan dan ada kemajuan itu akan menjadi suatu cerita yang terindah dan akan menjadi abadi selamanya.
Fujuya dia adalah seorang gadis yang sangat cantik tapi dia memiliki penyakit yang membuat dia menjadi kelemahan dia dirinya sendiri, penyakitnya itu tidak gampang untuk di sembuhkan, Tapi hanya seorang lelaki yang bisa menyembuhkan penyakit fujuya itu. Dengan gampang dia bisa langsung menyembuhkan penyakit fujuya. Dan orang itu adalah Takura.
Pada hari yang cerah ada disebuah ruang yang banyak sekali buku-buku. Dan juga ada dua orang lelaki yang sedang ada diruang itu mereka sedang berbincang bincang sesuatu, dan salah satu lelaki itu menemukan kartu ID Cart dan lelaki itu menciumnya dengan sangat gembira. Tapi sesaat ada seorang wanita yang sedang melihat lelaki itu dan lelaki itu terkejut setelah mencium Kartu ID Cart itu, wanita itu langsung mengambil kartu ID Cart dan dia langsung mengatakan bahwa kartu ID Cart itu adalah punya miliknya, setelah itu wanita itu langsung saja pergi.
Ke esokan paginya wanita itu datang ke tempat yang sama seperti laki-laki yang waktu itu (Takura). Dan takura melihatnya dia ingin menyapanya dan ingin mengatakan bahwa dia ingin menjadi temannya selamanya, tapi fujuya malah menolaknya dia mengatakan “mustahil” dia bilang mustahil, takura jadi temannya. Setelah itu  fujuya meninggalkan takura, tapi takura terus besikeras sambil mengejarnnya. Dan ke esokan paginya lagi takura terus menerus mengganggu fujuya dia terus merayu supaya dia bisa menjadi teman fujuya selamanya. Tapi pada akhirnnya fujuya langsung mengatakan bahwa dia mustahil kalau takura jadi temannya karena fujuya mempunyai penyakit yang akan menghilangkan ingatannya itu, jadi pada hari senin sekarang fujuya masih kenal dengan takura, tapi hari senin selanjutnya lagi fujuya akan melupakannya dia tidak akan mengenal takura lagi itulah penyakit dia yang bisa melemahkan pikirannya itu. Takura akhirnya baru sadar bahwa fujuya memang memiliki penyakit itu, tapi takura tidak mau menyerah saja, “bahwa dia pasti bisa menjadi teman fujuya selamannya.
Malam pun tiba, takura sedang di kamarnya dia sedang mencari solusinya di internet akhirnya ada dan dia ingin mencoba. Ke esokan harinya fujuya masih mengingatnya. Dan setelah pulang sekolah teman takura (miya) wanita yang setia mengurus ke pribadiannya takura dia mengajak takura pulang bersama. Takura sedang berfikir akhirnya takura mengajak teman wanita itu “miya”, takura pergi ke sebuah toko buku bersama miya, di menanyakan buku catatan seperti apa yang di sukai wanita, modelnya kaya apa?,, miya mengatakan dia suka yang berwarna orange karna dia suka yang warna mencolok,, . Tapi takura memilih buku yang disukainya (mengkira-kira saja) ,,mungkin warna ini, cocok (ping) dengan gambar berdoudle bubble,, miya menjawab lumayan, aku suka. Setelah itu takura juga mencari pulpen dengan kemampuan gambar komiknya dia, takura ahli sekali memilih pulpen yang cocok untuk fujuya, setelah selesai dia pulang duluan dan meninggalkan miya. Sebelum takura pergi dia mengatakan terimakasih sudan menemaninya.
Suatu malam takura sedang menulis buku catatan hariannya dia menulis mulai memperkenalkan namanya, kegiatannya menceritakan kesehariannya. Ke esokan paginya takura bertemu dengan fujuya dia mengulangi kata-kata yang dulu waktu fujuya bilang mustahil takura menjadi temannya. Tapi takura langsung mengatakan bahwa dia benar-benar ingin sekali dia jadi teman fujuya dia tidak peduli kalau fujuya akan membuat dia repot, tapi takura mengatakan bahwa dia dengan senang hati dia tulus ingin menjadi temanya, takura langsung memberikan buku catatanya dia mengatakan “alangkah baiknya kita tukaran buku catatan harian kita bersama, Setelah itu takura langsung pergi meninggalkan fujuya. Setelah takura terus mengirim buku catatannya dan fujuya terus membacanya, dan akhirnya hari ke hari takura benar-benar berhasil idenya itu dan berhasi menjdi teman fujuya selamanya.


Komentar